KUMPULAN CERITA NON FIKSI DARI "LANGIT PENGALAMAN"

Jumat, 22 Januari 2021

PENYELAMATAN KUCING

       Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. kembali lagi di Langit Pengalaman, semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat wal'afiyat......amiin

       Dari dulu kami memang sangat ingin memiliki hewan peliharaan kucing. Karena kucing itu memiliki bulu yang halus sekaligus imut. Tapi karena Abi dan Umi tidak mengizinkan kami,maka tertimbunlah niat memelihara kucing itu. Cerita berikut adalah kisah saat kami menyelamatan seekor kucing.


       Pada suatu hari kamis, pada saat waktu sholat subuh kami dibangunkan Umi untuk berangkat ke masjid yang paling dekat dengan rumah kami. Kami tidak berangkat ke masjid bersama Abi,karena malam kamis Abi mempunyai jadwal jaga di rumah sakit. Pada saat itu kakak kami sudah mondok dan adik terakhir kami masih belum berani berangkat ke masjid jalan kaki,jadi yang berangkat ke masjid hanya Aku dan Hammad.Setelah bangun tidur kami langsung whudu dan memakai jaket,karena pagi itu sangat dingin, walau masih terasa mengantuk kami tetap sholat Shubuh ke masjid. Kami diantar umi sampai ke luar rumah. Saat keluar rumah umi melihat ada seorang wanita berjilbab naik motor dengan kecepatan yang tinggi.tak sengaja motor itu menabrak seekor kucing yang sedang menyeberangi jalan itu. Umi pun langsung berteriak dan memberi tahu kami yang masih mengantuk. Kami bertiga pun langsung menghampiri kucing tersebut dan membawa kucing itu ke pinggir jalan. Kami mencoba memastikan kondisi kucing itu apakah sudah mati atau belum. Ternyata kucing itu masih hidup tapi kucing itu terluka cukup parah,mulutnya banyak dengan darah dan tulang kaki kiri bagian belakangnyanya patah😢. Saat kami sedang berdiskusi tentang kucing itu,tiba-tiba wanita tadi datang sambil meminta maaf karena sudah menabrak kucing itu. Wanita itu juga minta tolong pada kami agar kucing itu segera dikubur. Umi pun menyanggupinya,wanita itu pun berlalu pergi.Aku sedikit bingung,mungkin wanita itu mengira kucing itu milik kami dan sudah mati😵. Kami pun kembali ke tujuan utama,Aku dan Hammad pun berpamitan dengan Umi dan berlalu pergi ke masjid. Sepanjang perjalanan aku terus memikirkan kucing tadi.

        Sesampainya di rumah Umi sudah menaruh kucing tadi ke teras rumah kami. Aku dan Hammad pun menghampiri Umi. Umi menyuruh kami mengambil betadine,revanol dan tisu untuk mengobati mulut kucing yang berdarah. Kami tidak bisa lama-lama mengurus kucing itu, karena pada waktu itu kami harus berangkat sekolah,kami pun membawa kucing itu ke garasi rumah kami dan memberinya makan. Beberapa jam kemudian setelah pulang sekolah kucing itu mengeluarkan bau yang tidak enak,setiap orang yang melewati garasi itu pasti menghirup bau busuk. Kami juga tidak pernah memberi makan minum kucing itu,tapi kucing itu tidak kelaparan. Kami hampir mengabaikan kucing itu. Untung saja beberapa hari kemudian Abi dan Umi pergi ke gemolong sekalian membeli sabun dan makanan untuk kucing kami. Tapi tidak ada yang mau memandikan kucing itu karena baunya yang busuk. Akhirnya salah satu pembantu kami bersedia memandikannya. Setelah wangi kucing itu diberi makan,tapi kucing itu tetap tidak mau makan dan minum. Akhirnya kami membawa kucing itu ke taman kecil di lantai2 rumah kami dengan cara menggendongnya. Kami pun bahagia karena akhirnya kami bisa memelihara seekor kucing betina. Kucing itu sudah bisa berjalan tetapi masih agak pincang. Lalu beberapa saat kemudian kucing itu melarikan diri dari taman. Kami pun berusaha mencari keberadaan kucing itu dan akhirnya kami menemukannya. Beberapa menit lagi kucing itu ingin melarikan diri juga kami pun berusaha mengejar dan ternyata kucing itu memanjat genteng milik tetangga sebelah dan melompat ke bawah. Kami pun melihat ke bawah dan ternyata kami tidak melihat seekor kucing itu. Kucing itu pun menghilang entah kemana?, kami tidak mengerti

              

              Beberapa bulan kemudian pada saat masa covid 19 kami tiba-tiba melihat seekor kucing di rumah kami kami menghampirinya dan membawanya ke aula,entah kucing siapa itu kami tidak tahu. Ternyata kucing itu selalu datang ke rumah kami sebelumnya, tapi kami tidak melihatnya. Kucing itu ternyata datang ke rumah kami hampir setiap hari,jika pagi datang jika siang/sore kucing itu pulang. Kami pun menjalani hari-hari kami bersama kucing itu. Hingga pada suatu hari Hammad memegang kaki kiri bagian belakang kucing itu dan langsung saja kucing itu kesakitan dan langsung mencakar Hammad. Beruntung Hammad masih sempat menghindar. Kami pun menyadari bahwa kucing itu adalah kucing yang kami rawat beberapa bulan lalu. Menurutku kucing itu kembali untuk berterimakasih kepada kami hehehehe... Kami pun bertambah senang. Namun beberapa hari kemudian kucing itu tidak datang lagi. Tapi setelah terlewat beberapa hari kucing itu sempat datang ke rumah kami lagi. Tapi pada hari itu kucing itu malah berlarian ke genteng dan ke sawah seperti mempermainkan kami. Hammad dan Hafid pun terus mengejarnya, Akhirnya kucing itu pun menyeberangi jalan raya dan membuat para pengemudi terganggu. Salah satu tetangga yang melihat kejadian itu pun langsung memarahi mereka berdua, Hammad dan Hafid pun langsung melarikan diri. Setelah kejadian itu kucing itu tidak pernah mengunjungi kami lagi hingga saat ini.

Share:

Selasa, 12 Januari 2021

KEPITING DAN BIAWAK

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. kembali lagi di Langit Pengalaman, semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat wal'afiyat......amiin

 









      Pada saat covid 19😷 datang, sekolah berubah menjadi daring(belajar di rumah) untuk mencegah penyebaran virus itu.Aku,Hammad dan hafid sangat bosan dengan pembelajaran daring itu karena tidak mempunyai banyak teman.Bahkan aku malas mengerjakan tugas- tugas yang dikirim lewat whatsaps, karena tidak ada guru yang menjelaskan.Jadi banyak sekali pr yang menumpuk.Kakak kami yang sudah mondok pun juga harus pulang ke rumah.kami tidak mempunyai handphone tapi kami mempunyai laptop Dell yang saat itu sudah rusak karena selalu digunakan untuk main game. Jadi pada saat itulaptop kami sudah tidak berguna lagi.Sebenarnya Aku sangat suka tidak belajar di sekolah,karena di rumah mempunyai waktu yang banyak untuk bermain. Tapi yang tidak aku sukai adalah banyak sekali permainan yang sudah membosankan ditambah lagi aku selalu dihantu-hantui tentang tugas sekolah yang belum aku kerjakan, bagaimana kalau di sekolah nanti guruku menagih tugas daring yang belum kukerjakan pasti aku akan dihukum.


     Pada suatu hari Aku dan Hammad memutuskan untuk membuat arena balapan🏁 kelereng yang terbuat dari kardus, kebetulan kami mempunyai banyak kelereng.Kami juga memutuskan untuk membuat permainan monopoly bersama,jadi arena monopolynya kami buat menjadi lebih besar.Pada suatu hari pun aku mempunyai ide untuk membuat permainan yang hebat🎲.Hari berikutnya lagi aku juga mempunyai ide untuk membuat permainan yang diberi nama oleh kakak kami dengan nama BATTLE FORCE🎲.Permainan ini sangatlah seru,tapi karena aku banyak tugas sekolah jadi jarang sekali aku memainkannya.


       Pada suatu hari kami ingin melihat lihat sawah belakang rumah kami.Pada musim kemarau itu banyak sekali belalang yang berkeliaan disawah itu.Kami pun berniat untuk mencari belalang sebanyak-banyaknya dan mempertarungkannya kedalam satu tempat tapi tidak ada yang mau bertarung.Aku hanya mendapat kepik🐞 yang banyak karena belalang sangat susah menangkapnya.Kami juga ingin melihat kali yang tidak terlalu jauh dari rumah kami biasanya ada orang mancing di sana.Ternyata di sana ada satu kepiting,kami ingin mengambilnya dan memeliharanya.Tetapi tidak ada yang berani mengambil kecuali Hammad. Hammad pun turun ke dalam kali yang dangkal itu dan mengambil kepitingnya.Setelah sekian lama kepiting itu dibawa kerumah,kami selalu berpikir dan bertanya pada umi apa makanan yang disukai kepiting itu.Umi menjawab makanan kepiting itu seperti bekicot dan plankton.Setelah kita menemukan bekicot,kami mendekatkannya pada kepiting itu,tapi kepiting itu tidak mau.Akhirnya lama kelamaan kepiting itu mati dan kita membuangnya karena bangkai kepiting berbau busuk.


      Sebelum kepiting itu mati kita hanya berpetualang ke sawah saja tanpa kegiatan lain.Namun setelah kepiting itu mati,kami berniat mencari kepiting lagi yang banyak dengan persiapan yang lebih matang dengan membawa senjata sederhana seperti kayu dan besi serta ember(sebagai tempat kepiting).Saat disana,Aku melihat hewan yang besar di bawah kali lalu berteriak kepada Hafid dan Hammad yang masih dibelakangku.Setelah Hammad berkata kalau itu biawak kami langsung menggejarnya dan ternyata lari kami lebih cepat darinya.Namun biawak itu selalu lari berbalik arah sehingga kita melemparnya dengan batu,tetapi hanya satu batu yang mengenainya.Kemudian biawak itu masuk ke lubang yang besar sehingga kita kehilangan sasaran.Kami pun kecewa dan senang karena sudah bisa melihat dan menggejar biawak itu.Lalu kami pulang dan memikirkan cara agar biawak itu keluar.Tetapi cara yang kita lakukan gagal.


       Oh ya setelah itu kami rajin kesawah untuk mencari kepiting.Hampir setiap pagi sekitar pukul tujuh kami pergi ke sawah untuk mencari kepiting.Karena kebiasaan kami itu banyak sekali kepiting yang kami pelihara hingga mencapai 20 kepiting,sehingga kandang yang kami buat tidak cukup untuk 20 kepiting itu.Umi pun menawarkan kandang ikan yang sudah tidak terpakai untuk mengganti kandang kepiting itu dan kami pun menyetujui tawaran itu.Kami juga memberi nama kepada kepiting-kepiting kami yang mempunyai kelebihan atau kekurangan.Nama-nama yang kami berikan antara lain adalah:Bos,Hitam,Capit satu,Laba-laba dan lain-lain.Kami berhenti memelihara kepiting karena tidak ada makanan yang bisa diberikan pada kepiting itu, sehingga banyak sekali korban kepiting yang mati kelaparan,kami pun memutuskan untuk membebaskan kepiting itu ke sawah dan tidak memelihara kepiting lagi. 

kami punya video kepiting kami yang sedang makan dengan lahapnya jika teman teman ingin melihatnya 

klik di sini

      Kami juga punya video saat memelihara kepiting di rumah Mbah Darsi(ayah dari Abi),jika teman teman juga ingin melihatnya 

klik di sini

Share:

Senin, 04 Januari 2021

KEGIATAN PROBLEM SOLVINGKU

 Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. kembali lagi di Langit Pengalaman, semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat wal'afiyat......amiin

Photo di samping adalah foto Problem solving pintu mudah terbuka terkena angin. Karena pintu itu sering terbuka terkena angin yang mengakibatkan tikus🐁masuk. Abi pun berkata "Kalian ingin jadi Problem Solving (Penyelesai masalah) atau Problem Maker (Penyebab masalah) ?", kami serempak menjawab "Problem Solving🔧" dengan suara keras,"kalau ingin jadi Problem Solving carilah cara agar pintu depan itu tidak mudah terbuka terkena angin".    


      Aku dan Hammad pun berdiskusi bagaimana caranya dan segera bertindak, awalnya Hammad mempunyai ide dengan menggunakan kursi yang ditali dengan tali belahan bambu, tetapi cara itu tidak praktis.Kami pun berdiskusi lagi.Karena diskusi yang lama, akhirnya Abi berkata "jepitkan saja kertas yang terlipat di pintu" itu.Kami pun melakukanya.Tetapi saat pintu itu dibuka,kertas itu jatuh sehingga setiap masuk atau keluar harus mengambil kertas yang terjatuh itu.Akhirnya aku mempunyai ide menjahit kertas itu,Tapi lama kelamaan kertas itu sobek - sobek.


        Aku akhirnya memutuskan memplester kertas itu seperti gambar diatas.Cara itu cukup bagus dan tahan lama,tapi ada kelemahannya,kertas yang diplester itu harus diganti saat rusak.

°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·
      Aku juga pernah Problem solving mengambil benda yang jatuh di tempat tinggi. Jika teman teman ingin melihat proses penbuatan dan pengunaannya


lalu klik judul : penyelesaian masalah sehari hari dengan cara sederhana

silahkan menonton😊
                                    _°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·°·_



      Photo-photo diatas adalah foto Problem Solvingku dan Hammad memperbaiki jemuran yang rusak, tentunya dalam rangka mendapatkan uang untuk membayar utang laptop.Lumayan kami mendapatkan uang sebanyak 20.000 rupiah.

Share:

Copyright © LANGIT PENGALAMAN | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com