KUMPULAN CERITA NON FIKSI DARI "LANGIT PENGALAMAN"

Selasa, 12 Januari 2021

KEPITING DAN BIAWAK

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. kembali lagi di Langit Pengalaman, semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat wal'afiyat......amiin

 









      Pada saat covid 19😷 datang, sekolah berubah menjadi daring(belajar di rumah) untuk mencegah penyebaran virus itu.Aku,Hammad dan hafid sangat bosan dengan pembelajaran daring itu karena tidak mempunyai banyak teman.Bahkan aku malas mengerjakan tugas- tugas yang dikirim lewat whatsaps, karena tidak ada guru yang menjelaskan.Jadi banyak sekali pr yang menumpuk.Kakak kami yang sudah mondok pun juga harus pulang ke rumah.kami tidak mempunyai handphone tapi kami mempunyai laptop Dell yang saat itu sudah rusak karena selalu digunakan untuk main game. Jadi pada saat itulaptop kami sudah tidak berguna lagi.Sebenarnya Aku sangat suka tidak belajar di sekolah,karena di rumah mempunyai waktu yang banyak untuk bermain. Tapi yang tidak aku sukai adalah banyak sekali permainan yang sudah membosankan ditambah lagi aku selalu dihantu-hantui tentang tugas sekolah yang belum aku kerjakan, bagaimana kalau di sekolah nanti guruku menagih tugas daring yang belum kukerjakan pasti aku akan dihukum.


     Pada suatu hari Aku dan Hammad memutuskan untuk membuat arena balapan🏁 kelereng yang terbuat dari kardus, kebetulan kami mempunyai banyak kelereng.Kami juga memutuskan untuk membuat permainan monopoly bersama,jadi arena monopolynya kami buat menjadi lebih besar.Pada suatu hari pun aku mempunyai ide untuk membuat permainan yang hebat🎲.Hari berikutnya lagi aku juga mempunyai ide untuk membuat permainan yang diberi nama oleh kakak kami dengan nama BATTLE FORCE🎲.Permainan ini sangatlah seru,tapi karena aku banyak tugas sekolah jadi jarang sekali aku memainkannya.


       Pada suatu hari kami ingin melihat lihat sawah belakang rumah kami.Pada musim kemarau itu banyak sekali belalang yang berkeliaan disawah itu.Kami pun berniat untuk mencari belalang sebanyak-banyaknya dan mempertarungkannya kedalam satu tempat tapi tidak ada yang mau bertarung.Aku hanya mendapat kepik🐞 yang banyak karena belalang sangat susah menangkapnya.Kami juga ingin melihat kali yang tidak terlalu jauh dari rumah kami biasanya ada orang mancing di sana.Ternyata di sana ada satu kepiting,kami ingin mengambilnya dan memeliharanya.Tetapi tidak ada yang berani mengambil kecuali Hammad. Hammad pun turun ke dalam kali yang dangkal itu dan mengambil kepitingnya.Setelah sekian lama kepiting itu dibawa kerumah,kami selalu berpikir dan bertanya pada umi apa makanan yang disukai kepiting itu.Umi menjawab makanan kepiting itu seperti bekicot dan plankton.Setelah kita menemukan bekicot,kami mendekatkannya pada kepiting itu,tapi kepiting itu tidak mau.Akhirnya lama kelamaan kepiting itu mati dan kita membuangnya karena bangkai kepiting berbau busuk.


      Sebelum kepiting itu mati kita hanya berpetualang ke sawah saja tanpa kegiatan lain.Namun setelah kepiting itu mati,kami berniat mencari kepiting lagi yang banyak dengan persiapan yang lebih matang dengan membawa senjata sederhana seperti kayu dan besi serta ember(sebagai tempat kepiting).Saat disana,Aku melihat hewan yang besar di bawah kali lalu berteriak kepada Hafid dan Hammad yang masih dibelakangku.Setelah Hammad berkata kalau itu biawak kami langsung menggejarnya dan ternyata lari kami lebih cepat darinya.Namun biawak itu selalu lari berbalik arah sehingga kita melemparnya dengan batu,tetapi hanya satu batu yang mengenainya.Kemudian biawak itu masuk ke lubang yang besar sehingga kita kehilangan sasaran.Kami pun kecewa dan senang karena sudah bisa melihat dan menggejar biawak itu.Lalu kami pulang dan memikirkan cara agar biawak itu keluar.Tetapi cara yang kita lakukan gagal.


       Oh ya setelah itu kami rajin kesawah untuk mencari kepiting.Hampir setiap pagi sekitar pukul tujuh kami pergi ke sawah untuk mencari kepiting.Karena kebiasaan kami itu banyak sekali kepiting yang kami pelihara hingga mencapai 20 kepiting,sehingga kandang yang kami buat tidak cukup untuk 20 kepiting itu.Umi pun menawarkan kandang ikan yang sudah tidak terpakai untuk mengganti kandang kepiting itu dan kami pun menyetujui tawaran itu.Kami juga memberi nama kepada kepiting-kepiting kami yang mempunyai kelebihan atau kekurangan.Nama-nama yang kami berikan antara lain adalah:Bos,Hitam,Capit satu,Laba-laba dan lain-lain.Kami berhenti memelihara kepiting karena tidak ada makanan yang bisa diberikan pada kepiting itu, sehingga banyak sekali korban kepiting yang mati kelaparan,kami pun memutuskan untuk membebaskan kepiting itu ke sawah dan tidak memelihara kepiting lagi. 

kami punya video kepiting kami yang sedang makan dengan lahapnya jika teman teman ingin melihatnya 

klik di sini

      Kami juga punya video saat memelihara kepiting di rumah Mbah Darsi(ayah dari Abi),jika teman teman juga ingin melihatnya 

klik di sini

Share:

0 komentar:

Copyright © LANGIT PENGALAMAN | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com