Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. kembali lagi di Langit Pengalaman, semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat wal'afiyat......amiin
Dari dulu kami memang sangat ingin memiliki hewan peliharaan kucing. Karena kucing itu memiliki bulu yang halus sekaligus imut. Tapi karena Abi dan Umi tidak mengizinkan kami,maka tertimbunlah niat memelihara kucing itu. Cerita berikut adalah kisah saat kami menyelamatan seekor kucing.
Pada suatu hari kamis, pada saat waktu sholat subuh kami dibangunkan Umi untuk berangkat ke masjid yang paling dekat dengan rumah kami. Kami tidak berangkat ke masjid bersama Abi,karena malam kamis Abi mempunyai jadwal jaga di rumah sakit. Pada saat itu kakak kami sudah mondok dan adik terakhir kami masih belum berani berangkat ke masjid jalan kaki,jadi yang berangkat ke masjid hanya Aku dan Hammad.Setelah bangun tidur kami langsung whudu dan memakai jaket,karena pagi itu sangat dingin, walau masih terasa mengantuk kami tetap sholat Shubuh ke masjid. Kami diantar umi sampai ke luar rumah. Saat keluar rumah umi melihat ada seorang wanita berjilbab naik motor dengan kecepatan yang tinggi.tak sengaja motor itu menabrak seekor kucing yang sedang menyeberangi jalan itu. Umi pun langsung berteriak dan memberi tahu kami yang masih mengantuk. Kami bertiga pun langsung menghampiri kucing tersebut dan membawa kucing itu ke pinggir jalan. Kami mencoba memastikan kondisi kucing itu apakah sudah mati atau belum. Ternyata kucing itu masih hidup tapi kucing itu terluka cukup parah,mulutnya banyak dengan darah dan tulang kaki kiri bagian belakangnyanya patah😢. Saat kami sedang berdiskusi tentang kucing itu,tiba-tiba wanita tadi datang sambil meminta maaf karena sudah menabrak kucing itu. Wanita itu juga minta tolong pada kami agar kucing itu segera dikubur. Umi pun menyanggupinya,wanita itu pun berlalu pergi.Aku sedikit bingung,mungkin wanita itu mengira kucing itu milik kami dan sudah mati😵. Kami pun kembali ke tujuan utama,Aku dan Hammad pun berpamitan dengan Umi dan berlalu pergi ke masjid. Sepanjang perjalanan aku terus memikirkan kucing tadi.
Sesampainya di rumah Umi sudah menaruh kucing tadi ke teras rumah kami. Aku dan Hammad pun menghampiri Umi. Umi menyuruh kami mengambil betadine,revanol dan tisu untuk mengobati mulut kucing yang berdarah. Kami tidak bisa lama-lama mengurus kucing itu, karena pada waktu itu kami harus berangkat sekolah,kami pun membawa kucing itu ke garasi rumah kami dan memberinya makan. Beberapa jam kemudian setelah pulang sekolah kucing itu mengeluarkan bau yang tidak enak,setiap orang yang melewati garasi itu pasti menghirup bau busuk. Kami juga tidak pernah memberi makan minum kucing itu,tapi kucing itu tidak kelaparan. Kami hampir mengabaikan kucing itu. Untung saja beberapa hari kemudian Abi dan Umi pergi ke gemolong sekalian membeli sabun dan makanan untuk kucing kami. Tapi tidak ada yang mau memandikan kucing itu karena baunya yang busuk. Akhirnya salah satu pembantu kami bersedia memandikannya. Setelah wangi kucing itu diberi makan,tapi kucing itu tetap tidak mau makan dan minum. Akhirnya kami membawa kucing itu ke taman kecil di lantai2 rumah kami dengan cara menggendongnya. Kami pun bahagia karena akhirnya kami bisa memelihara seekor kucing betina. Kucing itu sudah bisa berjalan tetapi masih agak pincang. Lalu beberapa saat kemudian kucing itu melarikan diri dari taman. Kami pun berusaha mencari keberadaan kucing itu dan akhirnya kami menemukannya. Beberapa menit lagi kucing itu ingin melarikan diri juga kami pun berusaha mengejar dan ternyata kucing itu memanjat genteng milik tetangga sebelah dan melompat ke bawah. Kami pun melihat ke bawah dan ternyata kami tidak melihat seekor kucing itu. Kucing itu pun menghilang entah kemana?, kami tidak mengerti
Beberapa bulan kemudian pada saat masa covid 19 kami tiba-tiba melihat seekor kucing di rumah kami kami menghampirinya dan membawanya ke aula,entah kucing siapa itu kami tidak tahu. Ternyata kucing itu selalu datang ke rumah kami sebelumnya, tapi kami tidak melihatnya. Kucing itu ternyata datang ke rumah kami hampir setiap hari,jika pagi datang jika siang/sore kucing itu pulang. Kami pun menjalani hari-hari kami bersama kucing itu. Hingga pada suatu hari Hammad memegang kaki kiri bagian belakang kucing itu dan langsung saja kucing itu kesakitan dan langsung mencakar Hammad. Beruntung Hammad masih sempat menghindar. Kami pun menyadari bahwa kucing itu adalah kucing yang kami rawat beberapa bulan lalu. Menurutku kucing itu kembali untuk berterimakasih kepada kami hehehehe... Kami pun bertambah senang. Namun beberapa hari kemudian kucing itu tidak datang lagi. Tapi setelah terlewat beberapa hari kucing itu sempat datang ke rumah kami lagi. Tapi pada hari itu kucing itu malah berlarian ke genteng dan ke sawah seperti mempermainkan kami. Hammad dan Hafid pun terus mengejarnya, Akhirnya kucing itu pun menyeberangi jalan raya dan membuat para pengemudi terganggu. Salah satu tetangga yang melihat kejadian itu pun langsung memarahi mereka berdua, Hammad dan Hafid pun langsung melarikan diri. Setelah kejadian itu kucing itu tidak pernah mengunjungi kami lagi hingga saat ini.

0 komentar:
Posting Komentar