KUMPULAN CERITA NON FIKSI DARI "LANGIT PENGALAMAN"

Minggu, 22 Maret 2026

Belajar Tajwid

       Suatu hari Aku, Hammad dan Hafid diantar Umi pergi ke sekolah karena mengambil beberapa buku pelajaran untuk dipelajari di rumah,karena saat itu sedang musim corona. 

       Setelah mendapat buku pelajaran itu aku dan Hammad pergi ke suatu kelas. Di sana aku dan Hammad disuruh setor surat An-naba'. Aku dan Hammad sangat kewalahan. Saat setor bacaan kami kacau balau. Tajwidnya juga sangat kacau balau. Karena di rumah kami tidak pernah muroja'ah. Apalagi pelajaran tajwid yang dijelaskan di sekolahku tidak bisa kupahami, guruku pun sepertinya tidak menjelaskan dengan jelas dan teliti. Jadi ilmu tajwidnya tidak masuk dan tersimpan ke dalam pikiranku. 

       Saat perjalanan pulang Umi berkata padaku "Bagaimana setoranmu tadi, kenapa hafalan dan tajwidmu salah-salah?" tanya Umi padaku. Aku tidak menjawabnya. Umi pun menyampaikan hal itu pada Abi. Abi pun berencana akan mengajari Aku dan Hammad pelajaran tajwid dengan strategi mengajar yang lebih efisien. 

Kita menggunakan buku tipis ini sebagai panduan belajar


    Pembelajaran pun dimulai. Aku dan Hammad disuruh untuk menghafalkan pengertian hukum-hukum tajwid. Kami menghafalkan hukum Idzhar, Ikhfa, Iqlab, Idgom bighunnah, Idgom bilaghunnah, Qolqolah, ygMad Thobi'i,Tanda Waqof dll. Aku dan Hammad pun setuju. Setelah beberapa hari mempelajarinya. Aku,Hammad dan Hafid teringat kerjaan kami di rumah kakung, yaitu membuat rumah alami. Langkah awalnya adalah membuat lubang di tanah yang luas. Agar rumah kami bisa untuk tiduran dengan leluasa. Tetapi lubang kami belum cukup lebar dan dalam. Kami pun meminta izin pada Abi dan Umi agar diperbolehkan pergi. Umi dan Abi mengizinkan kami, tapi Abi menyuruh kami agar jangan membuat rumah terus di sana, kami disuruh meluangkan waktu untuk belajar tajwid bersama kakung.kebetulan kakung juga pintar tajwid karena dulu kakung kami menjadi guru Agama.Kami pun berangkat ke tempat kakung. Sesampainya di sana kami langsung melanjutkan membuat rumah. Lalu pada malam harinya kami belajar tajwid bersama Mbah kakung dan Mbah Uti. Waktu itu kami menginap di rumah kakung hanya satu hari, karena disana kami membuat rumahnya hanya pada waktu siang hari sampai menjelang salat maghrib.

     Keesokan harinya kami pulang ke rumah. Di rumah setelah salat Shubuh kami ditagih oleh Abi pelajaran tajwid yang sudah dipelajari di rumah kemarin. Kami menyetorkan pengertian bacaan Qolqolah dan huruf-hurufnya. Setelah setor Abi memberikan contoh-contoh bacaan Qolqolah pada kami dengan jelas dan kami berhasil memahaminya. Sebelum kegiatan belajar Qolqolah selesai kami mendapat PR, yaitu untuk mencari contoh hukum-hukum Qolqolah yang ada di Qur'an. Dan begitulah seluruh alur pembelajaran tajwid kita. Pertama kita belajar langsung, lalu mencari contohnya di Qur'an dan menyetorkannya di pertemuan berikutnya dengan pemahaman yang lebih mantap.

     Begitulah kiranya salah satu kegiatan rutin kami sehari-hari di saat virus korona melanda, hanya berputar-putar antara rumah kami dan rumah Kakung. Untuk mengikuti kegiatan-kegiatan kami yang lainnya di masa daring, silahkan baca di postingan kami selanjutnya, see you 🤗.

Share:

0 komentar:

Copyright © LANGIT PENGALAMAN | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com