Baca versi terjemahan bahasa Inggris dari tulisan ini di link ini
Salah itu wajar, tapi tidak belajar dari kesalahan itu Kurang ajar. kita harus berani salah dan silap, karena dalam hidup umat manusia seringkali harus melakukan kesalahan dulu dan lalu terbuka dengan kebenaran. Bahkan manusia yg paling sempurna pun juga pernah salah dalam surat ‘Abasa. Dream, Do , Deliver - memang begitu tahapan seseorang untuk sukses. Karena tanpa salah satunya juga tidak akan sempurna. Kalau hanya D1 sama dengan angan-angan, karena ga ada aksi. Kalau cuma D2 sama dengan jalan di tempat karena gak punya mimpi atau tujuan yang sebenarnya ingin dicapai. Setelah itu Deliver kesuksesanmu kepada nusa bangsa agar menjadi sebaik-baik manusia. Entrepreneur atau pengusaha adalah syarat wajib untuk membangun kemakmuran bangsa atau negara. Menurut Riset, negara akan makmur jika 5% dari penduduknya adalah Entrepreneur yang sukses, seperti contohnya Amerika. Tapi karena Indonesia masih 1-3% saja, jadi nggak mungkin bisa semaju negara maju—kecuali mungkin kalau nggak ada koruptor. Jangan marah! itu gak sehat. Tapi jangan kelamaan memendam amarah juga tidak sehat. Marah secukupnya dan untuk menahan marah bisa duduk, tidur atau mandi. Karena marah adalah api dan bisa dipadamkan dengan air. Cari tahu juga efek samping dari marah yang bisa memotivasi kita untuk tidak memberikan dampak negatif bagi sekitar, jiwa dan kesehatan kita. Dan sama halnya dengan merokok, itu sama dengan memasukkan ribuan jenis akun ke dalam tubuh kita dalam sekali hisap. Lalu ada Breaking the Limit. Manusia adalah tempatnya salah dan revisi. Dulu faktor sukses ditentukan oleh IQ (Intelligence Quotient), lalu berkembang dan keluar faktor sukses yang namanya SQ (Spiritual Quotient), lalu berlanjut sampai muncul EQ (Emotional Quotient) dan terakhir AQ (Adversity Quotient), atau kecerdasan dalam bertahan. Ini adalah faktor paling penting karena kita bisa melihat kesempatan di balik sebuah krisis (dalam surat Al-Insyirah). Bahwa cara untuk mendapatkan kemudahan adalah dengan menaklukkan kesusahan yang ada. Begitu banyak rekor yang sudah ditetapkan manusia yang dibilang tidak bisa terbalap, tapi malah terpecahkan oleh orang di masa mendatang. Makanya kita jangan terlalu memandang sebatas apa yang ditetapkan manusia. Itu bisa jadi kurang valid dan masih bisa dipecahkan. Kita juga harus selalu afirmasi untuk selalu menanamkan hal positif dalam mindset atau diri kita. Riset bilang bahwa air itu akan bereaksi dengan “mendengar” apa yang ditanamkan. Dan 70% tubuh manusia adalah dari air. Jadi output kita adalah sesuai yang kita katakan pada diri kita. Terakhir adalah tentang pria berprinsip. Seenggaknya kalau kita tidak sukses, kita tetap memegang teguh prinsip/value khusus dari kita. Layaknya uang kertas yang tidak akan berubah nilainya walau telah lecek selecek-leceknya.
0 komentar:
Posting Komentar